In: Adab & Akhlak|Tematik
16 Nov 2009Pada tanggal 7 November 2009 telah diadakan sebuah muhadhoroh oleh seorang Syaikh dari Saudi Arabia. Muhadhoroh ini diadakan pada hari Sabtu ba’da Maghrib. Khusus pada hari sabtu tanggal 7 November 2009 Kajian Kisah Para Nabi sementara diganti oleh muhadhoroh Syaikh Khalil. Pembahasan berkaitan dengan hati.
Syaikh Khalil menjelaskan kenapa perlu membahas perkara hati. Diantaranya ada beberapa:
1. Hati dan amal adalah perkara yang dilihat oleh Alloh
2. Apabila hati itu baik maka baiklah seluruh amal perbuatannya begitu pula sebaliknya
3. Di akherat yang dapat menyelamatkan manusia adalah hati yang selamat (qolbun salim)
4. Kehidupan yang hakiki adalah kehidupan hati
5. Kuat dan lemahnya seseorang dapat diukur dari hati. Jika hatinya kuat maka kemampuan dan semangatnya pun akan kuat
Syaikh kemudian menjelaskan sifat-sifat dari orang yang memiliki hati yang selamat (qolbun salim):
1. Orang yang selamat dari syirik dan mengedepankan Tauhid. Salah satu tandanya adalah ketika kita meminta semua kebutuhan maka kita hanya meminta kepada Alloh
2. Selamat dari kesombongan dengan mewujudkan sifaat tawadhu. Salah satu tandanya ialah kita tidak merasa lebih baik dari orang lain
3. Selamat dari sifat hasad, iri, dengki dengan cara mewujudkan kelapangan dada. Salah satu tandanya ialah kita menginginkan kebaikan itu dimiliki oleh orang lain
Lebih lanjut dapat mendengarkan kajian beliau sebagai berikut:
Belajar Islam online via Audio Streaming oleh Redaksi belajarislam.com. Selamat menyimak, semoga bermanfaat bagi kita semua
6 Responses to Qolbun Salim – Syaikh Khalil Al-Harbi
asroh
December 16th, 2009 at 2:43 PM
Artikel bagus, bisa sebagai tambahan wawasan bagi kita yang selalu mengedapankan pikiran dibandng hati.
Para ahli (ilmu dunia Baca: Manajemen dan psikologi) mengatakan bahwa seorang pemimpin (laki-laki), dalam mengambil keputusan selalu didasarkan pikiran (minda) terlebih dahulu, kemudian… perasaan hatinya (mood). Sementara itu, pemimpin wanita (dalam islam wanita tidak tepat menjadi pemimpin), lebih mengedepankan hatinya. Oleh karena itu, yang saya maksud pemimpin bagi seorang wanita adalah sebagai pemimpin yang bertanggungjawab menjadi amahan dari suami, yaitu menjaga keluarganya.
Tks wassalam.
pakwandi
December 20th, 2009 at 5:30 AM
alhamdulillah sudah ada rekamannya, kebetulan kemaren datangnya terlambat…he3x..ana download ya!
redaksi
December 21st, 2009 at 9:01 AM
@pakwandi: Ok Pak, selamat mendownload
redaksi
December 21st, 2009 at 9:01 AM
@asroh: Syukron, Pak. Semoga dapat bermanfaat kajiannya. Jangan lupa untuk disebarkan ke saudara-saudara kita yang lain
abumuhammad jody
March 10th, 2010 at 9:12 PM
vcoooooooOooooooool bgtz jazakumullohu khoiron.
redaksi
March 22nd, 2010 at 5:37 PM
@abumuhammad jody: syukron, Akh. Tetap menyimak yah.